<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Education Blog FK UII &#187; cara mencari artikel kedokteran dengan google</title>
	<atom:link href="http://edublog-fkuii.org/tag/cara-mencari-artikel-kedokteran-dengan-google/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edublog-fkuii.org</link>
	<description>The World Is Open : We all learn in many different learning styles.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 23:36:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mencari Artikel Kedokteran dengan Google</title>
		<link>http://edublog-fkuii.org/2009/11/08/mencari-artikel-kedokteran-dengan-google.html</link>
		<comments>http://edublog-fkuii.org/2009/11/08/mencari-artikel-kedokteran-dengan-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 22:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[KBTI]]></category>
		<category><![CDATA[cara mencari artikel kedokteran dengan google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edublog-fkuii.org/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Layanan Mesin Pencari Google sampai saat ini masih menguasai ranah pencarian di internet sebesar 61.60%. (Menurut ComScore, April 2008) lebih tinggi dibandingkan dengan Yahoo! Sites 20.40%,  Microsoft Sites   9.10% dan Ask Network 4.30%. Oleh karena itu bagi mahasiswa kedokteran tentunya menguasai teknik pencarian ini sangat dianjurkan. Dengan menguasai teknik ini diharapkan hasil pencarian akan menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="alignleft" style="margin: 3px" src="http://medicalseotraining.com/wp-content/uploads/2009/05/medical-seo-training-internet.jpg" alt="" width="180" height="214" />Layanan Mesin Pencari Google sampai saat ini masih menguasai ranah pencarian di internet sebesar 61.60%. (Menurut <a href="http://www.submitawebsite.com/blog/search-engine-stats.html" target="_blank">ComScore</a>, April 2008) lebih tinggi dibandingkan dengan Yahoo! Sites 20.40%,  Microsoft Sites   9.10% dan Ask Network 4.30%. Oleh karena itu bagi mahasiswa kedokteran tentunya menguasai teknik pencarian ini sangat dianjurkan. Dengan menguasai teknik ini diharapkan hasil pencarian akan menjadi lebih berkualitas dan waktu pencarian menjadi semakin singkat. Berikut adalah beberapa cara perintah yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Mencari dengan Kata Kunci</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sebelum memulai proses pencarian menggunakan seach engine, pengguna sudah harus mengetahui informasi apa yang yang hendak dicari dan kata kunci apa yang hendak digunakan. Semakin banyak kata kunci yang atau semakin sempit topik pencarian, hasilnya pencarian akan semakin terfokus.<span id="more-17"></span></p>
<p style="text-align: justify">Contoh untuk mendapatkan informasi wabah demam berdarah di jakarta, kita dapat membandingkan dengan beberapa kata kunci berikut: <strong>demam berdarah, demam berdarah jakarta, dengue hemmorrhagic fever jakarta.</strong></p>
<p style="text-align: justify">a.) kita masukkan kata demam berdarah dan hasilnya<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify"><a href="http://img101.photolava.com/2009/11/08/demam-berdarah-1-uoyjs5qx.gif"><img class="size-full wp-image-21 aligncenter" src="http://edublog-fkuii.org/files/2009/11/demam-berdarah-1.gif" alt="demam-berdarah-1" width="372" height="198" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Ulangi proses pencarian dengan mengetikkan kata kunci <strong>demam berdarah jakarta</strong> dan hasilnya :</p>
<p style="text-align: justify"><a href="http://img101.photolava.com/2009/11/08/demam-berdarah-jakarta-1ieshx32.gif"><img class="size-medium wp-image-26 aligncenter" src="http://edublog-fkuii.org/files/2009/11/demam-berdarah-jakarta-300x145.gif" alt="demam-berdarah-jakarta" width="300" height="145" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Setelah Anda mencoba menggunakan kata kunci di atas, sekarang Anda dapat mencoba menggunakan kata kunci berbahasa indonesia vs berbahasa inggris, dengan mengetikkan dengue hemorrhagic fever pada kotak pencarian dan hasilnya adalah sebagi berikut :</p>
<p style="text-align: justify">Teradapat 843.000 ribu hasil pencarian dengan kata kunci dengue hemorrhagic fever.</p>
<p style="text-align: justify">Penggunaan kata kunci berbahasa inggris akan menemukan jumlah dokumen yang lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan bahasa indonesia. Hal ini bisa terjadi, mengingat mayoritas dokumen dan halaman web ditulis dalam bahasa inggris. Demikian halnya untuk pencarian journal kedokteran maupun buku-buku kedokteran. Tips untuk mempermudah pencarian kata kunci adalah menggunakan padanan kata. Misal : gejala penyakit jantung, jika pencarian dalam bahasa indonesia artikel yang dicari dirasa tidak pas atau kurang sesuai maka kita dapat menggunakan padanan dengan mengetikkan: symtoms cardiovascular disease.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Halaman Hasil Pencarian</strong></p>
<p style="text-align: justify">Setelah melakukan proses pencarian, dokumen-dokumen yang diketemukan hasilnya akan ditampilkan pada halaman hasil pencarian. Google membuat standar satu halaman menampilkan 20 hasil pencarian. Aturan ini bisa dirubah menjadi 50, 100 atau berapapun yang kita kehendaki.</p>
<p style="text-align: justify">Pada dasarnya halaman pencarian web di google terdiri dari :</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align: justify">Jumlah dokumen yang diketemukan</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify">Judul dokumen atau halaman web yang diketemukan, jika teks judul diklik, maka browser akan membuka dokumen atau halaman web tersebut;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify">Bagian dari dokumen yang menampilkan kata kunci;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify">Cached; yakni, memuat dokumen atau halaman web yang disimpan dalam indeks search engine. Jika karena sesuatu hal sehingga dokumen atau halaman web tidak bisa diakses, pencari informasi masih bisa membuka salinan terakhir dari dokumen atau halaman web pada indeks dengan mengklik hyperlink cached.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify">Similar pages; yakni selain menyimpan dokumen-dokumen yang diketemukan dalam indeks, search engine juga menandai dokumen-dokumen tersebut dengan topik yang sesuai dengan isisnya. Jika pencari informasi tertarik pada suatu judul dokumen, kemudian mengklik pada bagian hiperlink similar pages, maka search engine akan mengarahkan pada hasil pencarian baru yang berisi kumpulan dokumen yang mempunyai kesamaan topik dengan dokumen awal.</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Lihat gambar berikut :</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://img101.photolava.com/2009/11/09/struktur-pencarian-ae0paun2.gif"><img class="size-full wp-image-30 aligncenter" src="http://edublog-fkuii.org/files/2009/11/struktur-pencarian.gif" alt="struktur-pencarian" width="590" height="281" /></a></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Mencari Suatu Frase</strong></p>
<p style="text-align: justify">Seringkali seorang pencari informasi hendak mencari dokumen yang berisi frase (susunan kata yang mempunyai arti) tertentu, semisal judul artikel, buku, nama lengkap seseorang, organisasi atau beberapa bentuk frase lainnya. Sebagai contoh, jika hendak mencari naskah lengkap suatu artikel berjudul <strong>dengue: an escalating problem, </strong>langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify">1. Ketikkan frase yang hendak dicari dalam kotak pencarian dengan memberikan tanda kutip (&#8221;) di depan dan di belakang frase tersebut. Contoh dapat dilihat pada gambar dibawah ini :</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://img101.photolava.com/2009/11/09/mencari-suatu-frase1-hu5pbac3.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-33" src="http://edublog-fkuii.org/files/2009/11/mencari-suatu-frase1.gif" alt="mencari-suatu-frase1" width="355" height="166" /></a></p>
<p><strong>Mencari dengan Fungsi Pengecualian</strong></p>
<p>Fungsi pengecualian (negasi), biasa digunakan dalam proses pencarian dengan maksud untuk menghilangkan informasi &#8220;pengganggu&#8221;. Sebagai contoh, jika hendak mencari informasi demam dengue tanpa diserati pendarahan, menggunakan kata kunci <strong>dengue fever </strong>tidaklah cukup, karena dalam dokumen-dokumen yang berisi kombinasi kata dengue dan fever banyak diketemukan kata <strong>hemorrhagic </strong>(berdarah). Kata <strong>hemorrhagic</strong> dalam dokumen tersebut merupakan informasi &#8220;pengganggu&#8221; karena menampilkan dokumen-dokumen yang berisi informasi dengue hemorrhagic fever. (tanpa disertai opendarahan), maka digunakan fungsi pengedualian. Penggunaan fungsi pengecualian dapat dijelaskan dengan langkah-langakh berikut.</p>
<p>1. Ketikkan kata <strong>dengue fever </strong>diikuti dengan kata pengecualian yakni <strong>hemorrhagic</strong> yang didahului <strong>tanda minus</strong> (-), kemudian tekan klik tombol pencarian atau enter. Lihat gambar :</p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-full wp-image-36" src="http://edublog-fkuii.org/files/2009/11/dengue-fever-negasi.gif" alt="dengue-fever-negasi" width="590" height="309" /></p>
<h2  class="related_post_title">Random Posts</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://edublog-fkuii.org/2009/11/08/mesin-pencari-untuk-mahasiswa-kedokteran.html" title="Mesin Pencari untuk Mahasiswa Kedokteran">Mesin Pencari untuk Mahasiswa Kedokteran</a></li><li><a href="http://edublog-fkuii.org/2009/11/03/blok-kbti.html" title="Blok KBTI">Blok KBTI</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edublog-fkuii.org/2009/11/08/mencari-artikel-kedokteran-dengan-google.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
